Lembaga Pendidikan Keagamaan Desa Karangpule

Agama mempunyai peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia sebab agama merupakan motivasi hidup dan kehidupan serta merupakan alat pengembangan dan pengendalian diri. Oleh karena itu, agama perlu diketahui, dipahami dan diamalkan agar dapat menjadi dasar kepribadian sehingga dapat menjadi manusia yang utuh. Agama juga mengatur hubungan manusia, hubungan manusia dengan keselarasan, keseimbangan dan keserasian dalam hidup manusia, baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat dalam mancapai kemajuan lahiriyah, dan kebahagiaan rohaniyah. Pendidikan agama sangat berperan besar dalam membentuk sikap dan pribadi keagamaan individu atau anak didik, maka untuk mewujudkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa upaya yang cukup besar dan efektif adalah dengan melaksanakan pendidikan agama, karena pendidikan agama memiliki jangkauan yang menyeluruh terhadap pembentukan seluruh aspek. Lembaga pendidikan yang diselenggarakan di lingkungan masyrakat ini memiliki beberapa bentuk, diantaranya madrasah diniyah dan taman pendidikan al-Qur’an (TPQ). Di desa Karangpule sendiri untuk lembaga pendidikan keagamaan juga terdapat TPQ dan Madin. KKN Kelompok 100 UIN SAIZU Purwokerto memiliki Program kerja berupa mengajar di TPQ2 sehingga sangat relevan dengan desa Karangpule dimana desa tersebut memiliki banyak TPQ dan Madin.

1. TPQ Ar-Rachman

Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Ar-rachman yang terletak di Desa Karangpule Padamara ini mulai dirintis pada tahun 2019 lewat mujahadah dan usaha Ustadz Bani. Ustadz Bani adalah santri pondok pesantren Ali Maksum yang diminta oleh Bapak H. Ali Rahman selaku promotor utama lewat Bapak Akhsani untuk berkhidmat di Desa Karangpule. Nama TPQ Ar-rachman ini juga diambil dari nama beliau Bapak H. Ali Rachman. Sebenarnya pada tahun 1990an TPQ tersebut bukan bernama TPQ Ar-rachman, berawal dari pengajian kecil sebelum Ustadz Bani ke desa karangpule, TPQ tersebut dikelola oleh Bapak Akhsani. Pengajar TPQ pada saat itu hanya ada 4, yaitu Bapak Akhsani, Bapak Joko Susanto, Bapak Saifudin dan Mba Milfa nurdina maulin yang hanya mempunyai santri sebanyak 10 anak. Setelah Ustadz Bani datang ke desa Karangpule, pengelolaan TPQ  ini bersama 5 pengajar berlangsung selama 1,5 tahun. Untuk selanjutnya Ustadz Bani melanjutkan sendiri untuk merintis TPQ Ar-rachman tersebut sampai mempunyai istri. Setelah menikah akhirnya Ustadz Bani dan istri (Ustadzah Ani) mengelola TPQ Ar-rachman tersebut dengan struktur penasehat oleh Bapak Akhsani, pengasuh oleh Ustadz Bani sendiri, manajemen ketua wali santri oleh Ibu Ummu, dan untuk pengajar sekarang hanya 2 yaitu Ustadz Bani dan Ustadzah Ani. Dengan berjalannya waktu Alhamdulillah jumlah santri sekarang kurang lebih ada 120 santri. TPQ Ar-Rachman ini dalam naungan ketua Madin yaitu Bapak Tursito.

(Proses Pembelajaran di dalam kelas Oleh Mahasiswi KKN Kelompok 100 UIN SAIZU Purwokerto)

Metode pembelajaran yang diterapkan di TPQ Ar-rachman mengacu pada hafalan dari kitab yang ada dikelas masing-masing. Dimana kelas yang ada di TPQ Ar-rachman ini sendiri diambil dari nama kitab. Ada tingkat As Shofir setara dengan kelas 1, tingkat Ibtidaiyah setara dengan kelas 2, tingkat Bahasa Arab setara dengan kelas 3, tingkat Ngadisusilo setara dengan kelas 4, tingkat Fiqih Jawan setara dengan kelas 5, dan tingkat Hidayatussibyan setara dengan kelas 6. Hari pembelajaran di TPQ Ar-rachman dilakukan pada hari Senin sampai hari Sabtu dengan jadwal waktu yang berbeda-beda di masing-masing kelas. Untuk tingkat As Shofir dan Ibtidaiyah mulai pukul 16.00-16.45, untuk tingkat Bahasa Arab dan Ngadisusilo pukul 17.00-17.45, dan untuk tingkat Fiqih Jawan dan Hidayatussibyan pukul 18.00-18.45. TPQ Ar-rachman memiliki Jadwal pembelajaran yang berbeda juga setiap kelasnya, untuk tingkat As Shofir dan Ibtidaiyah mendapatkan pelajaran BTA, Kitab Yanbu’a, do’a-do’a, dan sholawat. Tingkat bahasa Arab mendapatkan pelajaran bahasa Arab, kitab Yanbu’a, do’a-do’a, dan sholawat sedangkan tingkat Ngadisusilo mendapat pelajaran Kitab Yanbu’a, Kitab Ngadisusilo, dan juz amma. Tingkat Fiqih Jawan mendapatkan pelajaran Kitab Alala, Kitab Yanbu’a, Juz amma, dan Al Qur’an sedangkan tingkat Hidayatussibyan mendapatkan pelajaran Kitab Yanbu’a, Kitab Hidayatussibyan, Juz amma, dan Al Qur’an. Sebelum melakukan pembelajaran/ ngaji tak lupa diawali dengan berdoa dengan membaca Al Fatihah, doa belajar, dan doa orangtua serta ditutup dengan doa kafaratul majelis sebelum pulang.

(Proses Sowan Ke TPQ – TPQ desa Karangpule #1)

Hari Kamis, tepatnya tanggal 21 Juli 2022 mahasiswa KKN UIN Saizu Purwokerto yang ditugaskan di Desa Karangpule sowan atau mendatangi TPQ Ar-rachman dengan menemui Ustadz Bani. Tujuan mahasiswa KKN UIN Saizu Purwokerto sowan ke TPQ Ar-rachman tersebut yaitu yang pertama silaturahmi dan selanjutnya ingin ikut membantu mengajar mengaji selama KKN berlangsung. Dengan begitu mahasiswa KKN UIN Saizu Purwokerto setelah mendapatkan banyak informasi mengenai TPQ ini memfokuskan untuk membantu mengajar mata pelajaran BTA dimana pembelajaran dilakukan di kelas ibtidaiyah dan As Shofir. Untuk jadwal tersebut bertepatan hanya pada hari Senin dan Rabu. Mahasiswa KKN UIN Purwokerto mengajarkan tentang imla dan pembacaan bahasa Arab.

Dengan adanya TPQ Ar-rachman ini harapannya bisa menjadi jalur pendidikan yang memiliki tujuan yang baik untuk kedepannya agar peserta didik setelah menyelesaikan pendidikan TPQ bisa memiliki kemampuan dan bekal dasar untuk menjadi generasi yang memahami ajaran Agama dan menguasai ilmu keagamaan.

2. Madin Darrul Muttaqin

Madin Darrul Muttaqin mulai dirintis pada tahun 1995an oleh Bapak Akhsani dan Bapak Sukim. Bapak Akhsani dan Bapak Sukim bekerjasama mengelola Madin tersebut.  Pengajar Madin pada saat itu adalah Bapak Akhsani, Bapak Sukim, Bapak Joko Susanto, dan Bapak Saifudin. Jumlah santri pada awalnya sebanyak 46 orang, namun berjalannya waktu untuk sekarang jumlah santri berkurang menjadi sekitar 35 santri. Untuk pengajar yang bertahan saat ini hanya Bapak Sukim dengan dibantu Ibu Mia, Mba Latifa, dan Mba Retno. Struktur Madin Darrul Muttaqin yang sekarang ini yaitu dengan penasehat oleh Bapak Akhsani dan pengasuh Bapak sukim. Madin Darrul Muttaqin ini dalam naungan ketua Madin yaitu Bapak Tursito.

Madin Darrul Muttaqin menerapkan metode pembelajaran dengan ngaji membaca iqro dan Al-Qur’an. Selain membaca iqro dan Al-Qur’an, Madin tersebut juga menerapkan sistem hafalan surat pendek untuk santrinya dari surat at-takasur sampai An-Nas. Untuk waktu ngaji di Madin Darrul Muttaqin ini sendiri aktif dari hari senin sampai hari Jumat, yang dulunya dimulai pukul 14.00 sekarang diganti waktu ba’da maghrib karena lebih efektif. Sedangkan untuk waktu setoran hafalan surat pendek dijadwal satu Minggu satu kali. Sebelum melakukan pembelajaran/ ngaji tak lupa diawali dengan berdoa dengan membaca Al Fatihah, doa belajar, dan doa orangtua. Untuk penutup sebelum pulang biasanya membaca doa kafaratul majelis. Di Madin Darrul Muttaqin dulunya juga ada kegiatan rutin malam Jum’at yaitu pembacaan Al barzanji bersama dan ekstra tilawah/qirooah setiap minggunya, tapi sayangnya sekarang sudah tidak aktif.

(Proses Sowan Ke TPQ – TPQ desa Karangpule #2)

Hari Jum’at, tepatnya tanggal 22 Juli 2022 mahasiswa KKN UIN Saizu Purwokerto sowan atau mendatangi rumah Bapak Sukim untuk menemui beliau selaku pengasuh Madin Darrul Muttaqin. Tujuan mahasiswa KKN UIN Saizu Purwokerto sowan ke rumah Bapak Sukim yaitu yang pertama ingin silaturahmi dan selanjutnya ingin ikut membantu mengajar mengaji selama KKN berlangsung. Setelah mendapatkan banyak informasi mengenai Madin Darrul Muttaqin, mahasiswa KKN UIN Saizu Purwokerto ini  membantu mengajar mengaji hari Senin sampai Jumat pada waktu ba’da Maghrib dengan sistem dijadwal bergilir. Mahasiswa KKN UIN Saizu Purwokerto membantu menyemak santri dalam membaca iqro dan Al-Qur’an serta menambahkan sedikit materi pembelajaran mengenai tajwid untuk menambah pengetahuan para santri.

Dengan mengaji di Madin Darrul Muttaqin ini harapannya para santri bisa bertambah semangat dalam belajar iqro dan Al-Qur’an sampai benar-benar lancar dan benar pembacaannya agar bisa memiliki kemampuan dan bekal dasar untuk menjadi generasi yang memahami ajaran Agama dan menguasai ilmu keagamaan.

3. TPQ Al-Hijrah

Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Al-Hijrah  yang terletak di Desa Karangpule Padamara ini merupakan TPQ yang berada di lingkungan perumahan. TPQ Al-Hijrah mulai dirintis pada tahun 2018an dengan adanya inisiatif dari ibu-ibu perumahan dengan dibantu Bapak Akhsani. Akhirnya Bapak Akhsani mengelola TPQ tersebut  bersama ibu-ibu perumahan, dengan struktur penasehat bapak Akhsani dan pengasuh Ibu Yuli. TPQ Al-Hijrah dalam naungan ketua Madin yaitu Bapak Tursito. Untuk pengajar TPQ sampai saat ini ada 3 yaitu Ibu Yuli, Ibu Ida, dan Ibu Dita. Jumlah santri di TPQ Al-Hijrah ini tidaklah banyak, hanya berjumlah kurang lebih 15 santri. Metode pembelajaran yang diterapkan di TPQ al-Hijrah yaitu dengan ngaji membaca iqro dan Al-Qur’an. Selain membaca iqro dan Al-Qur’an, TPQ tersebut juga menerapkan sistem hafalan surat pendek/ Juz amma. Untuk waktu ngaji di TPQ Al-Hijrah hanya hari Senin sampai Jumat dan dimulai ba’da ashar. Sedangkan untuk waktu setoran hafalan dilakukan setiap hari setelah membaca iqro/ Al-Qur’an. Sebelum melakukan pembelajaran/ ngaji iqro tak lupa diawali dengan berdoa dengan membaca Al Fatihah, doa belajar, dan doa orangtua. Dihari tertentu biasanya ada pembelajaran doa-doa harian dan imla (menulis Arab). Untuk menutup pengajian di TPQ ini juga membaca doa kafaratul majelis. Setelah membaca kafaratul majelis, TPQ Al-Hijrah menerapkan tanya jawab atau tebakan soal tentang agama Islam sebelum pulang. Dimana para santri yang bisa menjawab bisa pulang terlebih dahulu.

(Mahasiswa KKN UIN SAIZU Purwokerto Membantu Menyemak Santri yang mengaji)

Selasa, tepatnya tanggal 09 Agustus 2022 mahasiswa KKN UIN Saizu Purwokerto datang sowan dengan menemui Ibu Yuli di TPQ Al-Hijrah. Tujuan mahasiswa KKN UIN Saizu Purwokerto sowan ke TPQ Al-Hijrah tersebut yaitu ingin bersilaturahmi dan ingin ikut membantu mengajar mengaji selama KKN berlangsung. Setelah mendapatkan informasi mengenai TPQ Al-Hijrah, mahasiswa KKN UIN Saizu Purwokerto  membantu mengajar mengaji hanya hari Senin dan Rabu seperti di TPQ Ar-Rachman pada ba’da ashar. Mahasiswa KKN UIN Saizu Purwokerto membantu menyemak santri dalam membaca iqro dan Al-Qur’an serta menerima atau menyemak hafalan surat-surat pendek para santri. Mahasiswa KKN UIN Saizu Purwokerto juga membantu Ibu Yuli memberikan pertanyaan kepada santri sebelum pulang.

Dengan adanya TPQ Al-Hijrah ini harapannya para santri bertambah semangat dalam mengaji dan hafalan juz amma agar setelah menyelesaikan pendidikan TPQ bisa memiliki kemampuan dan bekal dasar untuk menjadi generasi yang memahami ajaran Agama dan menguasai ilmu keagamaan.

4. Sanggar Belajar Ngaji

Sanggar belajar ngaji yang terletak di perumahan Desa Karangpule Padamara ini mulai dirintis pada tahun 2015 lewat usaha Umi Niti. Dengan dibantu anaknya mas Yunus, Umi Niti mengelola sanggar belajar ngaji tersebut di rumah Umi Niti sendiri. Pada awalnya sanggar belajar ini bukan hanya untuk mengaji para santri, tetapi sanggar ini untuk les atau bimbel anak-anak sekolah. Untuk waktu les dilakukan pada ba’da zuhur pada jam 14.00an dan untuk ngaji iqro dan Al-Qur’an dilakukan pada ba’da maghrib. Tapi karena kesibukan masing-masing menjadikan les tersebut vakum dan sekarang rumah Umi Niti hanya untuk belajar ngaji. Jumlah santri di sanggar belajar Umi Niti ini berjumlah kurang lebih 15 anak. Sanggar belajar ini menerapkan metode pembelajaran dengan ngaji membaca iqro dan Al-Qur’an. Selain membaca iqro dan Al-Qur’an, juga menerapkan sistem hafalan surat pendek untuk anak-anak dimulai dari surat An-Nas. Pada waktu tertentu juga Umi Niti dan Mas Yunus biasanya bercerita tentang Nabi atau sahabat Rasulullah. Untuk waktu ngaji di sanggar belajar yaitu dari hari Selasa sampai hari Sabtu pada ba’da maghrib.

Sedangkan waktu setoran hafalan dilakukan setiap hari setelah membaca iqro/ Al-Qur’an. Setelah semuanya setoran dilanjutkan murajaah surat pendek bersama-sama. Sebelum melakukan pembelajaran/ ngaji tak lupa diawali dengan berdoa dengan membaca Al Fatihah, doa belajar, dan doa orangtua. Untuk penutup sebelum pulang biasanya membaca doa kafaratul majelis dan beristighfar. Berbeda dengan hari yang lain, di sanggar belajar ini setiap hari Kamis/ malam Jum’at melakukan rutinan membaca Al-matsurat dan surah Al-Kahfi bersama-sama. Tak lupa diakhir pembelajaran sebelum ditutup pasti ada motivasi dari Umi Niti untuk anak-anak supaya lebih semangat.

(Proses Sowan Ke TPQ – TPQ desa Karangpule #3)

Hari Jum’at, tepatnya tanggal 22 Juli 2022 mahasiswa KKN UIN Saizu Purwokerto mendatangi rumah Umi Niti untuk sowan dengan beliau. Tujuan mahasiswa KKN UIN Saizu Purwokerto sowan ke rumah Umi Niti atau sanggar belajar tersebut yang pertama ingin bersilaturahmi dan selanjutnya ingin ikut membantu mengajar mengaji selama KKN berlangsung. Setelah mendapatkan banyak informasi mengenai sanggar belajar Umi Niti,  mahasiswa KKN UIN Saizu Purwokerto ini  membantu mengajar mengaji hari Selasa sampai hari Sabtu pada waktu ba’da Maghrib dengan sistem dijadwal bergilir. Mahasiswa KKN UIN Saizu Purwokerto membantu menyemak santri dalam membaca iqro dan Al-Qur’an serta menuntun anak-anak dalam murajaah surat pendek tertentu dengan mencontohkan bacaan  yang benar. Selain itu mahasiswa KKN UIN Saizu Purwokerto juga  menambahkan materi pembelajaran mengenai makhrajul huruf dan tajwid untuk menambah pengetahuan anak-anak di sanggar belajar tersebut serta memberi motivasi kepada anak-anak.

(Mahasiswa KKN UIN SAIZU Purwokerto Membantu Menyemak Santri yang mengaji)

Dengan adanya sanggar belajar ini harapannya anak-anak tetap semangat dalam belajar makhrajul huruf dan tajwid sampai benar-benar lancar dalam pembacaan iqro atau Al-Qur’an serta bisa meningkatkan hafalan juz ammanya agar memiliki kemampuan dan bekal dasar untuk menjadi generasi yang memahami ajaran Agama dan menguasai ilmu keagamaan.

By.KKN Kelompok 100 UIN SAIZU Purwokerto

Leave a Reply

Your email address will not be published.